Archive for August, 2009

kata Ayah

” duduk sini nak, dekat pada bapak. Jangan kau ganggu ibumu. turun lah lekas, dari pangkuannya. Engkau lelaki, kelak sendiri. “

diambil dari status FB, 19/08/09

Leave a comment »

Masa lalu

Seharian kemarin teringat kejadian-kejadian waktu kecil. Teman-teman yang membuatku kangen, rutinitas yang selalu saya kerjakan, dan hobi-hobi yang sangat membuatku senang.

Ada beberapa teman yang sudah saya temukan kembali, ada teman yang dari SD, SMP, SMA bahkan waktu TK, yah…itu semua berkat Facebook. Tapi ada seorang teman yang saya cari-cari dan sangat merindukannya, Hesti namanya. Anak seorang tentara yang ikut pindah ke Palembang karena ayahnya ditugaskan disana. Dia teman SD ku, putih, cantik, rambut ikal panjang yang selalu terkepang. Dia berasal dari Ciamis. Sewaktu SD kami selalu bermain bersama, dia suka main kerumahku dan begitu juga aku. Sering kami bermain sepeda, berenang, jalan-jalan bersama. Disekolah, kami pun sangat senang. Setiap jam istirahat kami tidak pernah melewatkan untuk bermain sodoran hmmm…..apa ya bahasa indonesianya….permainan dengan membuat kotak dan garis sebanyak dua atau tiga buah dimana setiap kotak dan garisnya dijaga oleh satu orang, nanti lawan akan berusaha masuk ke kotak itu hingga kotak yang paling akhir, apabila lawan tersebut tidak tertangkap maka dialah yang menang, bosen dengan sodoran kami bermain kasti atau hanya sekedar bercerita sambil jajan. Ujian EBTANAS pun tiba yang artinya kami sebentar lagi akan berpisah. Selesai pembagian rapot Hesti kembali ikut orang tuanya untuk pindah kekota lain. Terakhir mendapat kabar dia ada di Ciamis bersama orang tuanya.

Kemarin, diperjalanan menuju kantor melihat seorang anak yang dibonceng dengan motor, membawa raket, tas Wilson, sepatu putih bersiap-siap untuk latihan Tennis. Langsung bergumam ” saya dulu seperti itu :) “. Yah…saya dulu seperti itu, dari kelas 4 SD saya sudah mengikuti satu Club Tennis, Dr Mongisidi nama Club nya, dengan seorang pelatih yang bernama bapak Suwaryoso. Setiap hari Senin-Rabu-Jumat-Minggu jam 1 siang saya sudah bersiap untuk berangkat. Dengan membawa raket Pro-Kennex, tas Dunlop, sepatu Eagle, Termos Colemon 2 liter, topi hijau kesayangan, kaos dan celana pendek saya berjalan sekitar 1,5 kilo dari rumah. Saya ingat sepanjang jalan orang akan melihat saya dengan heran atau bertanya-tanya “anak perempuan umur 10 tahun bawa-bawa tas gede jalan di siang bolong yang panas sendirian wah…wah….” seperti itu mungkin hehehe…..Kulit menghitam, rambut cepak, gaya seperti anak cowok itulah saya jaman itu. Papa dan mama yang mengenalkan Tennis pada saya. Papa terutama, dia rajin mengajak saya kelapangan untuk sekedar melihat dia bermain atau bertanding. Kemudian dikenalkanlah saya pada Pak Yoso (panggilannya), pertama saya memakai raket kecil, lupa saya namanya, raket itu sepertinya terbuat dari besi karena cukup berat dan dilempar berkali-kali pun tidak patah :D Sebelum memulai latihan inti biasanya kami pemanasan dulu, lari keliling 2 lapangan tennis, push-up, sit-up, jalan kelabang (jalan dengan tangan, kaki dipegang oleh teman), lari-lari ditempat dan banyak pemanasan lain yang harus dilakukan kadang sudah membuat tepar duluan sebelum memulai latihan sebenarnya. Puasa tidak menghalangi saya untuk tetap berlatih, cuma jam nya saja yang diperpendek. Biasanya jam satu siang hingga jam setengah enam baru beres, kalau puasa dimulai jam setengah empat dan selesai jam setengah enam atau menjelang magrib. Lumayan mengikuti beberapa pertandingan, dan lumayan juga bisa memenangkan walaupun tidak disetiap pertandingan mendapatkan juara pertama. Dapat ikut membanggakan sekolah dan membuat seorang guru SD saya untuk ikut mendaftarkan anaknya bergabung di club kami. Saat mulai memasuki SMA, saya sudah jarang atau bahkan tidak pernah latihan lagi ini disebabkan karena saya salah memilih sekolah, saya pilih sekolah yang kelas satu dan duanya selalu masuk di siang hari. Ini otomatis menghentikan kegiatan saya, karena di pagi hari tidak ada jadwal latihan. Hingga saat ini saya masih sering bermimpi sedang bermain tennis bersama teman-teman, sedang bertanding atau hanya mengobrol dengan teman-teman club saya dulu. Sedih juga meninggalkan kesenangan kita, kesenangan yang membawa kita menemui teman-teman baru, berpetualang, dan merasakan tepuk sorai penonton jika kita bisa mengalahkan lawan.

Hobi saya dulu memasak dan memanggil sepupu-sepupu saya untuk mencicipinya atau sekedar menemani dan melihat saya memasak. Biasanya mama akan marah atau pusing karena rumah akan berantakan dan banyak anak-anak kecil yang berkumpul. Saya juga suka memanjat pohon. Pohon yang biasa saya panjat pohon jambu didepan rumah nenek. Sepulang sekolah biasanya saya memanjat sambil melihat anak-anak SMA pulang sekolah. Ada kebiasaan aneh yang sering saya lakukan, yaitu untuk tidak memanjat pohon jika saya akan bepergian keluar kota besoknya, karena takut jatuh dan nantinya batal pergi hehehe…..Saya juga suka bermain sepeda, sering jatuh dan masuk got, kalau sedang marah biasanya suka bersepeda tanpa tujuan, pernah suatu kali keliling-keliling cukup jauh hingga menghabiskan waktu yang lumayan lama tapi anehnya kok orang rumah nggak nyariin. Yah…itulah kebiasaan orang dirumah, kalau saya pergi nggak pernah ada yang nyariin karena mereka tahu saya tukang main nggak pernah anteng dirumah. Waktu dulu kata mereka, saya sering bermain dirumah-rumah orang yang jaraknya cukup jauh dari rumah saya, umur saya waktu itu mungkin sekitar 6 tahunan. Setiap magrib mereka selalu menjemput saya untuk pulang dan biasanya setiap minggu berganti rumah, misalnya satu minggu penuh saya main dirumah si A, minggu depan saya main dirumah si B.

Ternyata banyak kenangan yang menyenangkan. Untuk diceritakan satu persatu lumayan menguras keringat tapi semuanya tetap indah untuk dikenang (doh…)

Comments (1) »